Subscribe:

Pages

Senin, 12 Mei 2014

Mati di Tanganmu

Dingin…
Hujan menemani sedari senja
Asap rokok terbatuk dari nafas
Mencoba percuma mencari hangat
Demi dirinya dia
Dia bersandar lemas
Dinding-dinding kayu kasar
Puing merah-merah kelam
Terkait daging-daging busuk
Dari koyak luka-luka
Sejak kapan tak sadar
Buram menggema dalam ingatan
Mereka berlari tanpa dirinya
Asap rokok terbatuk dari nafas
Dingin merajalela….
Hujan tak juga reda
Tiada kata kutuk untuk mereka
Mereka siapa?
Buram menggema dalam ingatan
Sakit tiap detik melihatnya
Ketika hangat hanya mimpi
Bahagia dengan senyum mereka
Kini pun sama
Hanya kini luka untuk mereka
Mereka siapa?
Dingin tiada terasa….
Bukan…bukan untuk mereka
Demi dirinya…
Tenggelam dalam buram
Tercabik-cabik luka
Tersenyum dia
Terakhir untuk dirinya
Dirinya yang mulai menangis
Di hadapannya dirinya menangis
Meski dia berharap senyum
Di saat akhir dirinya menangis
Entah tersadarkah dirinya
Atau hanya bersalah dari hatinya
Hujan tak berhenti
Meski hingga akhir
Hingga sadar dirinya
Dia mati untuknya
Seraya berbisik dia berkata
“Aku mati di tanganmu….”

0 komentar:

Posting Komentar